UNIVERSITAS PGRI ARGOPURO JEMBER

Cari di UNIPAR

Temukan berita, halaman, informasi, prestasi, dan foto dokumentasi.

Ketik minimal 2 karakter. Tekan Enter untuk melihat semua hasil atau gunakan panah untuk memilih saran.

Universitas

VISIT ACADEMIC TO THAILAND 2026

03 March 2026 · HUMAS UNIPAR

“Sawatdhikha to Khun”: Pengalaman Mahasiswa Universitas PGRI Argopuro Jember dalam Program Student Exchange di Thailand “Sawatdhikha to Khun”, sapaan khas masyarakat Thailand yang berarti salam penghormatan, menjadi salah satu pengalaman pertama yang dirasakan oleh mahasiswa Indonesia ketika memulai aktivitas akademik di negeri tersebut. Sapaan …

VISIT ACADEMIC TO THAILAND 2026

“Sawatdhikha to Khun”: Pengalaman Mahasiswa Universitas PGRI Argopuro Jember dalam Program Student Exchange di Thailand

“Sawatdhikha to Khun”, sapaan khas masyarakat Thailand yang berarti salam penghormatan, menjadi salah satu pengalaman pertama yang dirasakan oleh mahasiswa Indonesia ketika memulai aktivitas akademik di negeri tersebut. Sapaan sederhana namun penuh keramahan tersebut mencerminkan budaya masyarakat Thailand yang hangat dan bersahabat, sekaligus menjadi awal perjalanan pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa Universitas PGRI Argopuro Jember dalam program Student Exchange.
Program Student Exchange tersebut dilaksanakan pada tanggal 7 Februari hingga 6 Maret 2026 di Rajamangala University of Technology Krungthep yang berlokasi di Bangkok. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan tujuan memperluas wawasan akademik internasional, meningkatkan pengalaman belajar lintas budaya, serta memperkuat jejaring kerja sama pendidikan antar institusi.
Dalam program tersebut, Universitas PGRI Argopuro Jember mendelegasikan dua orang mahasiswa untuk mengikuti kegiatan pertukaran pelajar, yaitu Husnul Hotima (NIM 241M10033) dari Program Studi Manajemen dan Husnul Holifah (NIM 241H10039) dari Program Studi PPKn. Selain itu, kegiatan ini juga didampingi oleh dosen Universitas PGRI Argopuro Jember, yaitu Dr. Eges Tri Wahyuni, M.Pd., yang hadir selama empat hari dalam rangka kegiatan Visiting Professor sebagai bentuk dukungan akademik serta penguatan kerja sama antar perguruan tinggi.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menjalani aktivitas perkuliahan secara intensif setiap hari Senin hingga Jumat dengan sistem full day class. Perkuliahan dimulai pada pukul 09.00 hingga 16.00 waktu setempat. Proses pembelajaran dilakukan bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang turut mengikuti program tersebut. Setiap harinya para peserta berangkat menuju kampus dengan berjalan kaki secara bersama-sama dari hotel menuju kampus dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Dalam kegiatan perkuliahan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengikuti pembelajaran secara teoritis, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam berbagai forum akademik seperti diskusi kelas, seminar, serta presentasi kelompok. Mahasiswa Indonesia juga melakukan presentasi menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan hasil diskusi maupun pemaparan materi di hadapan dosen dan mahasiswa internasional.

> “Mengikuti program student exchange ini menjadi pengalaman yang sangat the best,berharga bagi kami. Selama satu bulan di Thailand kami tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga memperoleh banyak wawasan baru mengenai metopen, kewirausahaan, serta budaya Thailand. Selain itu, kami juga sering melakukan presentasi menggunakan bahasa Inggris dalam forum diskusi maupun seminar sehingga pengalaman ini sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri kami dalam berkomunikasi di lingkungan akademik internasional,” ujar Husnul Hotima.

Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga mengikuti berbagai kegiatan yang memberikan pemahaman mengenai budaya dan kehidupan masyarakat Thailand. Salah satunya adalah program City Orientation yang dilaksanakan pada akhir pekan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai destinasi budaya dan sejarah yang ada di Bangkok. Dalam kegiatan tersebut mahasiswa berkesempatan mengunjungi beberapa tempat wisata terkenal seperti Wat Paknam Phasi Charoen, Wat Chimpli, dan Wat Arun.
Selama berada di Thailand, para mahasiswa juga menghadapi berbagai tantangan dalam proses adaptasi terhadap lingkungan baru. Salah satu tantangan yang dirasakan adalah keterbatasan akses terhadap tempat ibadah bagi umat Muslim. Untuk melaksanakan ibadah salat berjamaah, mahasiswa harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit menggunakan transportasi umum seperti BTS Skytrain maupun MRT karena jumlah masjid yang tidak sebanyak di Indonesia.
Selain itu, beberapa mahasiswa Indonesia juga sempat mengalami gangguan kesehatan berupa diare yang diduga disebabkan oleh perbedaan pola konsumsi makanan. Selama kegiatan berlangsung, pihak kampus menyediakan konsumsi dua kali sehari, yaitu pada siang dan malam hari. Namun karena sebagian mahasiswa sedang menjalankan ibadah puasa, makanan siang hari digunakan untuk berbuka puasa, sedangkan makanan malam hari disimpan untuk sahur. Kondisi ini kemudian segera dilaporkan kepada koordinator kegiatan, yaitu Mr. Bagus, yang membantu membawa mahasiswa ke klinik kampus di Rajamangala University of Technology Krungthep untuk mendapatkan penanganan medis.

Tantangan lainnya adalah keterbatasan pilihan makanan halal di Thailand karena sebagian besar makanan menggunakan bahan dasar daging babi (pork). Meskipun demikian, mahasiswa tetap dapat menikmati beberapa kuliner khas Thailand yang populer, salah satunya adalah minuman terkenal yaitu Thai Tea yang memiliki cita rasa khas dan menjadi favorit para mahasiswa selama berada di Thailand.

“Banyak pengalaman baru yang kami rasakan selama berada di Thailand, mulai dari beradaptasi dengan bahasa, budaya, hingga mencari makanan halal. Meskipun banyak tantangan, kami justru belajar untuk jadi lebih mandiri, menghargai perbedaan budaya,dan memperluas cara pandang terhadap dunia,” ungkap Husnul Holifah.

Di luar kegiatan akademik, mahasiswa juga memanfaatkan waktu luang untuk mengenal lebih jauh kehidupan kota Bangkok dengan mengunjungi beberapa tempat seperti Pratunam Market, Chinatown Bangkok, CentralWorld, Big C Supercenter Ratchadamri, Benjakitti Park, dan Lumphini Park. Mahasiswa juga berkesempatan mencoba berbagai aktivitas rekreasi seperti bersepeda bersama mahasiswa dari universitas lain menggunakan layanan penyewaan sepeda berbasis aplikasi digital.
Dari segi kondisi lingkungan, mahasiswa juga merasakan perbedaan iklim yang cukup signifikan dibandingkan dengan Indonesia. Suhu udara di Bangkok selama kegiatan berlangsung dapat mencapai sekitar 42°C sehingga terasa lebih panas dibandingkan dengan suhu rata-rata di Indonesia. Menariknya, selama satu bulan pelaksanaan program, hujan hanya terjadi satu kali sehingga cuaca cenderung panas dan kering.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, diselenggarakan acara Farewell Student Exchange yang menjadi momen perpisahan bagi seluruh peserta program. Dalam acara tersebut, Husnul Hotima dan Husnul Holifah menampilkan tarian dengan mengenakan kostum tradisional Thailand yang disewa secara khusus dengan bantuan salah satu dosen yang biasa dipanggil Achan jib. Sementara itu, mahasiswa Indonesia lainnya menampilkan pertunjukan dengan mengenakan pakaian adat yang mereka bawa dari Indonesia seperti pakaian adat maupun batik.
Pada akhir acara, seluruh mahasiswa Indonesia bersama-sama mempersembahkan lagu nasional “Tanah Airku” sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air. Penampilan tersebut menciptakan suasana haru dan kebersamaan di antara para peserta setelah menjalani pengalaman belajar bersama selama satu bulan di Thailand.
“Program ini benar-benar memberikan pengalaman yang luar biasa buat kami. Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman internasional, kami juga bertemu banyak teman dari berbagai kampus di Indonesia. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas PGRI Argopuro Jember lainnya untuk berani mengikuti program internasional di masa mendatang,” tutur Husnul Hotima.
Melalui program Student Exchange ini, mahasiswa Universitas PGRI Argopuro Jember tidak hanya memperoleh pengalaman akademik internasional, tetapi juga kesempatan untuk memperluas wawasan budaya, meningkatkan kemampuan komunikasi global, serta membangun jejaring persahabatan yang lebih luas di tingkat internasional.

Dokumentasi kegiatan

VISIT ACADEMIC TO THAILAND 2026 — dokumentasi 1Lihat foto 1 ↗VISIT ACADEMIC TO THAILAND 2026 — dokumentasi 2Lihat foto 2 ↗
← Semua berita

Galeri berita

Geser gambar atau gunakan tombol panah. Tekan Esc untuk menutup.