UNIVERSITAS PGRI ARGOPURO JEMBER

Cari di UNIPAR

Temukan berita, halaman, informasi, prestasi, dan foto dokumentasi.

Ketik minimal 2 karakter. Tekan Enter untuk melihat semua hasil atau gunakan panah untuk memilih saran.

Universitas

UNIPAR LUNCURKAN BUKU BAHASA ISYARAT DAERAH JEMBER, Perkuat Inklusi dan Identitas Tuli 2026

28 September 2026 · HUMAS UNIPAR

Jember, 28 September 2026 — Universitas PGRI Argopuro Jember (UNIPAR) turut mendorong pemajuan kebudayaan dan penguatan budaya inklusi melalui Launching Buku Bahasa Isyarat Daerah Jember (BISDA-Jember) bertajuk “Menggapai Budaya, Merangkul Semua”. Kegiatan berlangsung pada Senin (28/9/2026) di Kota Cinema Mall (KCM) Jember. Buku karya Asrorul Ma…

UNIPAR LUNCURKAN BUKU BAHASA ISYARAT DAERAH JEMBER, Perkuat Inklusi dan Identitas Tuli 2026

Jember, 28 September 2026 — Universitas PGRI Argopuro Jember (UNIPAR) turut mendorong pemajuan kebudayaan dan penguatan budaya inklusi melalui Launching Buku Bahasa Isyarat Daerah Jember (BISDA-Jember) bertajuk “Menggapai Budaya, Merangkul Semua”. Kegiatan berlangsung pada Senin (28/9/2026) di Kota Cinema Mall (KCM) Jember.

UNIPAR LUNCURKAN BUKU BAHASA ISYARAT DAERAH JEMBER, Perkuat Inklusi dan Identitas Tuli 2026

Buku karya Asrorul Mais, ST., S.Pd., M.Pd. ini menjadi upaya mendokumentasikan bahasa isyarat yang berkembang di Jember sekaligus memperkuat identitas budaya komunitas Tuli. Buku tidak hanya berisi kosakata bahasa isyarat, tetapi juga membahas identitas Tuli, etika berkomunikasi, budaya Tuli, cara penggunaan bahasa isyarat, serta keterkaitannya dengan budaya Jember-Pandalungan. Kosakata yang dihimpun mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga, pendidikan, makanan khas, hasil bumi, tempat wisata, keagamaan, pekerjaan, hingga kata kerja dan kata benda.

UNIPAR LUNCURKAN BUKU BAHASA ISYARAT DAERAH JEMBER, Perkuat Inklusi dan Identitas Tuli 2026

Penyusunannya dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan komunitas Tuli, akademisi, praktisi, dan pakar budaya melalui analisis kebutuhan, validasi, dokumentasi visual, serta uji publik. Komunitas Tuli ditempatkan sebagai subjek utama dalam proses pengembangan bahasa isyarat daerah Jember.

Rektor UNIPAR Dorong Kampus sebagai Ruang Budaya Inklusi

Dalam kegiatan tersebut, Rektor UNIPAR Basuki Hadiprayogo, S.TP., M.Si. turut menegaskan posisi perguruan tinggi sebagai ruang yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun budaya yang menghargai keberagaman.

Komitmen tersebut sejalan dengan arah kepemimpinan Basuki dalam mengembangkan UNIPAR sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai keindonesiaan.

Melalui dukungan terhadap pengembangan BISDA-Jember, budaya inklusi diharapkan semakin terintegrasi dalam lingkungan akademik, baik melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat maupun pengembangan layanan yang aksesibel bagi mahasiswa dan masyarakat disabilitas.

DPRD Jember Dukung Penguatan Hak dan Aksesibilitas Disabilitas

Dukungan terhadap budaya inklusi juga datang dari Alfian Andri Wijaya, S.H., M.Kn., anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember, yang hadir dalam kegiatan launching.

Komitmen Alfian terhadap isu disabilitas sebelumnya terlihat dalam dorongannya agar instansi pemerintah dan perusahaan menyediakan fasilitas publik yang aksesibel serta membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Ia juga mendorong implementasi Perda Kabupaten Jember Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas, termasuk penguatan aksesibilitas dan pembentukan Komisi Daerah Disabilitas. (DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH)

Dalam konteks peluncuran BISDA-Jember, dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara perguruan tinggi, legislatif, komunitas Tuli, dan masyarakat untuk membangun Jember yang semakin aksesibel dan inklusif.

Bahasa Isyarat sebagai Warisan Budaya

Kehadiran BISDA-Jember diharapkan tidak berhenti sebagai penerbitan buku, tetapi berkembang menjadi gerakan untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Tuli kepada masyarakat luas. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, referensi komunikasi, dokumentasi budaya, dan jembatan komunikasi antara masyarakat Tuli dan non-Tuli.

Bagi Jember, dokumentasi bahasa isyarat juga menjadi bagian dari pemajuan budaya Pandalungan. Bahasa, pengalaman, dan ekspresi komunitas Tuli merupakan bagian dari keberagaman sosial-budaya yang perlu dikenali, dihargai, dan diwariskan.

Melalui kolaborasi UNIPAR, komunitas Tuli, DPRD Jember, akademisi, praktisi, dan masyarakat, peluncuran BISDA-Jember menjadi langkah konkret untuk membangun budaya inklusi sekaligus memperkaya khazanah kebudayaan Jember: “Menggapai Budaya, Merangkul Semua.”

Andi - Humas UNIPAR JEMBER

← Semua berita

Galeri berita

Geser gambar atau gunakan tombol panah. Tekan Esc untuk menutup.