JEMBER, 26 September 2026– Semangat inklusivitas, kreativitas, dan kesetaraan mewarnai gelaran “Pentas Kreasi Tanpa Batas, Festival Inklusi Jawa Timur 2026” yang diselenggarakan oleh Perpenca Jember di Kota Cinema Mall (KCM) Jember, Sabtu (26/9/2026) malam. Kegiatan ini menjadi panggung apresiasi bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan potensi, bakat, dan kemampuan mereka dalam berkarya tanpa batas.
Acara tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR) Jember, Basuki Hadi Prayogo, S.TP., M.Si., Wakil Rektor I Dr. Ismul Mauludin Al Habib, S.Pd., M.P., Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang hadir mewakili Bupati Jember Muhammad Fawait, serta sejumlah tamu undangan dan pihak terkait lainnya. Festival Inklusi Jawa Timur 2026 menghadirkan berbagai penampilan istimewa dari para penyandang disabilitas, mulai dari seni tari, stand-up comedy, hingga peragaan busana (fashion show). Berbagai penampilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi seseorang untuk mengembangkan potensi, mengekspresikan kreativitas, serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Asrorul Mais, selaku Wakil Rektor III UNIPAR Jember sekaligus Dewan Penasihat Perpenca Jember, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Pentas Kreasi Tanpa Batas, Festival Inklusi Jawa Timur 2026 dapat terlaksana dengan sukses. Beliau secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Program Studi Vokasional Tata Rias UNIPAR Jember yang telah berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini, terutama dari Prodi Vokasional Tata Rias UNIPAR Jember, serta seluruh pihak yang terlibat tanpa dapat kami sebutkan satu per satu. Semoga kolaborasi dan kepedulian ini terus terjalin demi memberikan ruang yang lebih luas bagi teman-teman penyandang disabilitas untuk berkarya dan berprestasi,” pungkasnya. Dukungan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, organisasi penyandang disabilitas, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang inklusif, ramah disabilitas, serta memberikan kesempatan yang setara bagi setiap individu.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNIPAR Jember, Basuki Hadi Prayogo, S.TP., M.Si., menyampaikan rasa bangga sekaligus haru atas berbagai penampilan yang ditunjukkan oleh para peserta penyandang disabilitas. Menurutnya, penampilan para peserta yang begitu luar biasa, mulai dari seni tari, stand-up comedy, hingga fashion show, merupakan gambaran nyata bahwa setiap individu memiliki potensi, nilai, dan kemampuan yang patut diapresiasi.
“Saya merasa sangat bangga dan terharu melihat penampilan teman-teman penyandang disabilitas malam ini. Ada yang tampil sebagai penari, stand-up comedy, dan fashion show. Ini membuktikan bahwa kalian adalah insan yang berkarya dan berkreasilah tanpa batas. Kalian adalah insan yang betul-betul mempunyai sebuah nilai,” ungkap Basuki. Lebih lanjut, Rektor UNIPAR Jember menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan tinggi, mengembangkan kemampuan, serta meraih cita-cita tanpa dibatasi oleh kondisi fisik maupun disabilitas. Sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan inklusif, Basuki juga mengajak para penyandang disabilitas yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi untuk bergabung bersama UNIPAR Jember.
“Bagi siapa pun yang ingin berkuliah di kampus kami, khususnya teman-teman penyandang disabilitas, UNIPAR Jember siap memberikan kesempatan. Kami akan memberikan Beasiswa Rektor maupun beasiswa lainnya,” pungkasnya. Komitmen tersebut menegaskan peran UNIPAR Jember sebagai kampus inklusi yang terus berupaya membuka akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas, agar dapat memperoleh kesempatan belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Kemajuan semangat inklusivitas dalam kegiatan ini juga terlihat melalui keterlibatan mahasiswa Program Studi Vokasional Tata Rias UNIPAR Jember yang turut berperan aktif mendampingi peserta fashion show penyandang disabilitas. Rachel, peraih gelar Ning Favorit Jember 2026 sekaligus mahasiswi Prodi Vokasional Tata Rias UNIPAR Jember, turut menyemarakkan acara dengan mendampingi peserta fashion show penyandang tunanetra. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata dalam memberikan kepercayaan diri dan pengalaman berharga bagi peserta untuk tampil di hadapan publik.
Selain itu, Firda (Ve), peraih Putri Kampus se-Jawa Timur 2026 yang juga merupakan mahasiswi Prodi Vokasional Tata Rias UNIPAR Jember, turut hadir mendampingi peserta fashion show penyandang tunadaksa. Keterlibatan kedua mahasiswi tersebut tidak hanya menambah kemeriahan acara, tetapi juga menjadi representasi kepedulian generasi muda terhadap kesetaraan, keberagaman, dan pemberdayaan penyandang disabilitas.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa UNIPAR Jember turut mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan inklusif dalam kehidupan nyata, sekaligus menunjukkan bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang menghargai perbedaan dan memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkembang. Mewujudkan Jember yang Inklusif dan Ramah Disabilitas
Pentas Kreasi Tanpa Batas, Festival Inklusi Jawa Timur 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat kesadaran masyarakat bahwa penyandang disabilitas bukan sekadar penerima dukungan, melainkan individu yang memiliki potensi, kreativitas, prestasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Melalui kegiatan ini, Perpenca Jember bersama UNIPAR Jember dan seluruh pihak yang terlibat menghadirkan ruang apresiasi yang mendorong tumbuhnya kepercayaan diri, kemandirian, serta partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan budaya.
Partisipasi UNIPAR Jember dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen universitas untuk terus menghadirkan pendidikan yang inklusif, humanis, dan berkeadilan, sejalan dengan semangat kampus inklusi yang memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.
Dengan semangat “Kreasi Tanpa Batas”, Festival Inklusi Jawa Timur 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus membangun lingkungan yang ramah disabilitas, menghargai keberagaman, serta memberikan kesempatan yang setara bagi setiap insan untuk berkarya, berprestasi, dan menginspirasi.
Andi - Humas UNIPAR JEMBER


