Jember, 2 Juli 2026 – Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR) Jember menggelar kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 2026 yang melibatkan 3 lokasi kabupaten Jember, Banyuwangi, dan Situbondo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026) bertempat di Aula Auditorium Kampus I UNIPAR Jember, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan diikuti sekitar 287 peserta.
Pembekalan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan ke tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali berbagai materi yang tidak hanya berkaitan dengan teknis pelaksanaan KKN, tetapi juga penguatan kompetensi dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dr. Evi Hanizar, M.Kes., selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Argopuro Jember. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pelaksanaan KKN Kolaboratif tahun 2026 harus mampu memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, salah satu fokus utama KKN tahun ini adalah penanganan persoalan sampah yang hingga saat ini masih menjadi tantangan serius, khususnya di Kabupaten Jember. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir menjalankan program kerja, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang dapat diterapkan dan diteruskan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir.
"Mahasiswa harus mampu memberikan dampak nyata kepada masyarakat, terutama dalam pengolahan sampah yang saat ini menjadi persoalan serius. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu meninggalkan program yang berkelanjutan sehingga dapat diteruskan secara mandiri oleh masyarakat," ungkap Dr. Evi Hanizar.
Sebagai narasumber pertama, Adi Mustika, S.Si., M.T., sebagai Ketua Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH), menyampaikan materi mengenai tata cara pengelolaan sampah yang baik dan benar. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman dasar mengenai klasifikasi sampah organik dan anorganik, metode pemilahan, hingga pentingnya pengelolaan sampah berbasis lingkungan sebagai solusi yang dapat diterapkan di desa-desa lokasi KKN.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Diana Sriwahyuni, M.Pd., yang menjelaskan mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan KKN. Ia menekankan pentingnya mahasiswa memahami etika, norma, serta menjaga sikap selama berinteraksi dengan masyarakat agar mampu membangun hubungan yang harmonis dan profesional selama menjalankan program pengabdian.
Sementara itu, Hendrik Siswono, M.Pd., memberikan pembekalan mengenai Business Model Canvas (BMC) sebagai salah satu strategi dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Melalui materi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membantu masyarakat menyusun model bisnis sederhana yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dari potensi lokal serta menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya Pembekalan KKN Kolaboratif 2026 ini, Universitas PGRI Argopuro Jember berharap seluruh peserta memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan mental dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN kolaborasi dengan 3 Kabupaten Jember, Banyuwangi, dan Situbondo, program KKN diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dan solusi yang memberikan dampak positif, khususnya dalam pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.



